Sabtu, 26 Januari 2013

Setiap Pelajaran Ada Sisi Buruknya.....

Nama gue Miko. Gue udah jomblo selama.... dua minggu. Malam ini, temen baik gue, Rian, bakal ngenalin gue sama cewek, cantik katanya...

PLAK!

Oh, hai. Itu tadi ada script malam minggu Miko kekopi di entri ini. Semua ini gara gara bang radit. (?)

Oh, ya. Gue ada ide mosting lagi. Sekarang sih berhubungan tentang pelajaran. Ya, kejijikan dan ke-pedopilan gue sama pelajaran makin menjadi aja di semester ini. Entah karena gue makin mendekatkan diri dengan soal- soal (gue mau UN), yang membuat gue harus plesbek pelajaran dari pelajaran kelas VII..... dan 23 April nanti bakal UN.... ah horror sekali! *gue nulis ini sambil ngompol- ngompol ketakutan*

IPA, MTK, Bahasa Indonesia, B. Inggris. Empat pelajaran laknat itu bakal jadi hantu buat jutaan anak kelas IX di Indonesia untuk beberapa bulan kedepan. Gue, salah satu spesies kelas IX di sini, juga makin ngerasa gimana paitnya ngehadapin UN itu.

Setiap pelajaran itu punya sisi 'istimewa'nya tersendiri. Tentunya, sisi 'istimewa' masing- masing pelajaran tersebut membuat empat pelajaran sangat interesting. *ngetik sambil nahan kencing*. Oke, lanjut!

MTK

Pelajaran yang paling ditakuti banyak orang ya MTK. Tapi gue enggak sih. Gue lebih takut ke Biologi semenjak gue menyadari kalo hafalan Biologi itu...... banyak banget. Apalagi biologi itu terlalu luas.

Oke, kenapa ngomongin biologi sih. Gue gak mau nge-PHP in MTK(?) -__-

Nah, MTK menurut gue sih lumayan lah ya, soalnya rumusnya monoton, itu- itu aja, dan gak seluas biologi atau fisika. Masalahnya, semenjak SMP, MTK ini jadi alay bray. Ada angka dan huruf yang terselip di satu soal. T1d4kk4h tuL154n b3g1n1 1tu 4L4y?!

Pertama sih, cuma x dan y yang muncul. Oke, gue masih bisa nerima. Lalu datanglah f(x). Datanglah gradien dengan huruf 'm'-nya. Lalu, ada 'a' dan 'b' yang jadi maskot deret aritmatika. Itu baru matematika dasar sih ya. Kalo matematika olimpiade..... lebih kece lagi. Gue udah bertahun- tahun nelen rumus matematika Olimpiade, dan alhamdulillah, gue masih bisa bertahan idup (karena nahasnya, gue itu anak Olim MTK di sekolah gue).

Dunia ini makin instan kan..... gue masih heran kenapa MTK itu masih perlu kita cari- cari lagi -___-

Misalnya ditanya berapa luas lingkaran.... oke itu masih diterima, soalnya gue belum nemuin alat pengukur luas. Masalahnya kalo ditanya panjang diameter, panjang garis persekutuan dalam, panjang ini, panjang itu...... SUSAH BANGET BRO, KAN ADA PENGGARIS!

Dan juga gue males kalo disuruh nyari sudut. Ribet amat, ada busur kan. Tinggal ukur. Selesai. Tamat. Yaudah. Mau apa lagi? -_-

Yang paling gereget adalah moment pas lo disuruh nyari bangun datar yang kongruen. TERUS KALO UDAH KETEMU BANGUN DATAR KONGRUEN, KENAPA!? WOWWWW GITU? -____-


B. INDONESIA

HAH! Pelajaran ini!
KENAPA HARUS ADA PELAJARAN INI!?

Dan yang masih jadi misteri adalah, di try out atau ujian B. Indo, kenapa A, B, C, D-nya itu sama semua. Kembar. Apakah pembuat soalnya anak kembar? Kembar empat? Apakah tim pembuat soal bahasa Indonesia itu anak kembar empat? KATAKAN KE GUE, KATAKAN!!! *goyang- goyang kamera*

Gue masih bingung sih ya di pelajaran Bahasa Indonesia (alhamdulillah buku pendalaman materi UN-nya itu yang paling tebal diantara pelajaran lain) gue harus belajar apa. Yang dipelajarin apa, yang keluar apa. Gue malah mikir, yang harus dipelajari untuk bisa sukses UN Bahasa Indonesia itu adalah.... bagaimana caranya agar jawaban kita itu sependapat dengan jawaban tim pembuat soal. Karena kalian tahu lah..... pendapat orang itu beda- beda. Gue sering dapat kasus pas pembahasan soal, jawaban gue, jawaban guru gue, dan jawaban kunci jawaban itu beda semua. -____-


B. INGGRIS

....
Coba aja ya... coba aja bahasa Internasional itu bahasa Indonesia...
Jadi gak ada UN Bahasa Inggris kan....
gak perlu baca teks panjang- panjang kan...

Sama seperti di UN B. Indo, di UN bahasa Inggris ini, gue bingung harus belajar apa. Intinya sih kita harus memahami teks ya. Okesip, centangin. Tapi beberapa teks make kata- kata sulit yang jarang digunain. Itu yang membuat gue bingung. Apalagi tuh ya, sering ditanyain apa sinonim dari kata 'A', terus pilihannya bahasa sulit semua. APAKAH GUE HARUS NGAPAL KAMUS DULU SUPAYA DAPAT 100 DI UN B. INGGRIS?!

...

*brb larutan satu persatu kertas kamus make air, terus telen*

IPA


*bakcsound: Avenged Sevenfold- Nightmare*


Oke, gue akuin, IPA ini lebih serem dari malam jum'at kliwon. Lebih serem. Percayalah. Biologi, harus dihafal. Fisika harus dihafal, terus make acara rumus- rumusan segala. Hah.... rusak. (?)

Sebenarnya (kata guru gue), biologi dan fisika itu menyenangkan. Iya, menyenangkan. Pas gue belum harus menghafal setumpuk buku fisika biologi dan pelajarannya masih dicicil kayak kelas VIII dan kelas VII, aaah, bahagia banget. Rasanya materinya sedikit.

dan sekarang baru nyadar kalo...
IPA itu materinya terlalu luas. Gak monoton kayak MTK.

.... dan sekarang gue curiga, sebenarnya kepanjangan IPA itu 'Ilmu Pengetahuan Alam' atau 'Inilah Pelajaran Angker'? (?)



Ini yang pokok di UNkan ya. Nah kalo pelajaran lain? Kayak...

SEJARAH


Inilah pelajaran naif, yang kayaknya gak pernah tau lirik lagu 'yang berlalu biarlah berlalu.'
Sejarah buat kita dikit- dikit harus flashback. Dikit- dikit ngehafal. Dikit- dikit ini. Dikit- dikit itu. Akhirnya juga stress, pusing. Harus ngehafal materi sejarah yang terlalu banyak.

Ya, sejarah itu buat kita harus flashback. KAN JADI GALAU T.T! Bukan cuma flashback kenangan aja yang bikin galau. Flashback sejarah juga bikin galau.... ( ".____.)

U.. udah selesai ya nulis post-nya, ini gue udah kekencing- kencing dari tadi........

10 komentar:

NEW BloG DaNang mengatakan...

sebagai pengomentar pertama saya cuma mau perkenalan diri anyway PERTAMAX DEH buat yang ini.. salam kenal yoww.. blog gue www.jombloabsurd.blogspot.com silahkan melipir...

sabda awal mengatakan...

bener tuh , bindo yang paling nyeleneh, kembar semua jawabannya, lain kunci jawaban, nanti lain lagi dari jawaban guru pembimbing,,, kayaknya jawabannya bisa relatif

Fadhli Abdurrahman Zaky mengatakan...

Dari semua pelajaran di atas gue cuma setuju sama bahasa indonesia, kenapa ? Karen muter-muter aja, semuanya dipersulit. Pendapat guru bahasa Indonesia aja beda-beda. Dan standarnya tuh belum ada, misalnya semalam pasti nggak ada kan sepagi, atau sesiang bahkan sesore.

Untuk matematika ya wajarlah kalau rumit, soalnya kan bisa diterapin ke biologi, fisika, sejarah geografi. Kalau bisa matematika terapan pasti semua pelajaran IPA bisa dikuasai sob :))

Dina Rizky mengatakan...

Sereman mana antara IPA, malam jumat kliwon, atau (maaf) malam minggu? :p

Rifqi mengatakan...

@danang: oke hehehe

Rifqi mengatakan...

@sabda awal: RT-_-

Rifqi mengatakan...

@fadhilah; hehe iya sih hehe .___. cuma bercandakali ini tuh -_-

Rifqi mengatakan...

@dina: dina sukanya digorok atau diapain din? -____-

Rean mengatakan...

kalo English ga ada masalah, cuma grammarnya aja yang sedikit lebay gitu ,_,
IPA cuma demen biologi aja, kalo sama fisika emang bermasalah banget /_/
pelajaran SMA emang sadis semua *face palm*

Sakura Hikaru mengatakan...

MTK & Ipa : Kedua pelajaran itu emang musingin, apa lagi Ipa -,-. Kalau B. Indo, B Inggris, & Sejarah, sih.. itu kesukaanku, apalagi sejarah XD Tapi Sejarah nilainya biasa-biasa aja, kok :)