Kamis, 02 Mei 2013

FF: TWITTWAR!!




Author:  @rifqikhrlanam
Cast:      Kevin, Doka, Rio, Mei, Rosa, Kak Flo.
Genre:    Friendship, A little bit random Romance, socmed.

          Hahooo..... masih ingat Kevin temen- temennya gak? yang kemaren gue post itu FF nya? Ini lanjutannya. Tapi tema ceritanya beda. walaupun beda tapi tetap ya tokoh dan latarnyaaa :D

Sorry for typo, kata- katanya yang jelek atau lawakan yang garing. *siapin kantung kresek*


TWITTWAR!

            Minggu.
            Gerimis ringan. Jutaan panah air menghujam atap- atap rumah, dedauan, dan jalanan kota.
            Seseorang (gue juga agak ragu sih menyebut makhluk ini seseorang atau seekor) masih menggeliat di dalam selimut tebal, di atas kasur empuk. Ia sudah terjaga pagi hari ini, lantaran jam wekernya sudah membangunkannya di hari yang harusnya ia bisa bersantai ini. Ini karena kecerobohan anak itu: ia lupa menonaktifkan jam wekernya.
            Udara dingin yang menembus rusuk benar- benar membuat ia ingin tidur lagi. Ia merasa tidurnya belum cukup, gara- gara ia menonton bola tadi malam. Anak itu masih saja meringkuk di dalam selimut.
            “KEV! KEVIN!” Kak Flo menggedor- gedor pintu kamar anak itu. Kevin kini mencoba memulai harinya. Ia duduk sebentar di atas kasur. Melirik weker—sudah jam setengah delapan pagi.
            “Vin, gue udah buat scrambled egg sama sosis bakar buat lo. Turun ke ruang makan ya. Oh ya, kalo lo mau coklat panas atau capucinno hangat, lo bikin sendiri ya. Gue ada project teater sama temen- temen SMA gue. Lo jangan main ke luar rumah ya.” jelas orang itu, masih di balik pintu.
            “Em, iyaaah.” gumam Kevin malas. “Mama dan Papa mana?”
            “Dinas di Bogor, lupa ya? Haduh Vin, cuci muka kek. Buka pintu bisa kali,” Kak Flo sedikit mendengus. Pemalas betul adik gue ini! batinnya.
            “Pengin banget kak?” Kevin menyeringai usil, lalu berjalan mendekati pintu. Ia memegang gagang pintu, lalu krieeet, pintu terbuka.
            “Nah, gitu kek. Astagfirullah, itu muka atau seprai yang belum di laundry sih,” Kak Flo memasang muka prihatin, lantas menunjuk muka Kevin. Memang, tidur tadi malam sukses membuat muka remaja tanggung itu kusut. Rambutnya apa lagi. Eh, sebenarnya, gak tidur juga muka Kevin juga sudah kusut, sih.
         
          “Apa- apaan sih Rif?” Kevin mendelik, memandang gue dengan tatapan sebal.
          “Jujur itu lebih baik kan?” gue terkikik geli melihat muka Kevin yang kusut begitu.
          “Masabodo. Coba kek lo bilang gue ini mirip Edward Cullen atau Zayn Malik atau Adam Levine atau siapa aja deh yang kece- kece gitu.” Kevin memasang tampang memelas ke arah gue.
          “Gue gak mau munafik di cerita gue sendiri. Lo juga jangan munafik sama muka lo dong.” gue meringis geli.
          “Maksud lo -____-”

***
             Scrambled egg dan sosis bakar buatan Kak Flo memang nomor satu di perut Kevin. Tidak bisa dipungkiri, Kak Flo memang berbakat memasak. Kak Flo kan ikut ekskul tata boga. Terkadang, Kak Flo juga ikut ekskul teater. Kak Flo itu serba bisa. Gak seperti adiknya sih…

          “Rif, kok gue jadi korban lagi?” Kevin mendengus kesal.
          “Pergi lo! Ini bukan saatnya kita ngomong. Baru aja tadi kita debat Vin! Pergi ke kehidupan asli lo!” gue mendorong Kevin. Pengen rasanya gue nendang tuh anak.
          “Iya deh iya. Gue masih mau makan Scrambled egg dan sosis bakar buatan kak Flo. Enak loh.” Kevin memperlihatkan sepiring sarapannya.
          “Ah, lo, tau aja gue belum sarapan.” gue mendecak. Kevin lalu lari sambil tertawa renyah, sukses membuat perut gue makin keroncongan. Ada sisi pinternya juga tuh anak -___-     
           
***
            Prinsip hidup Kevin adalah, jika disaat weekend seperti ini, ia tidak akan menyentuh buku pelajaran. Apapun. Pokoknya, apapun yang berbau pelajaran (meski prinsip ini selalu gagal di akhir malam—jika ada PR dan ulangan, Kevin pasti kelabakan). Karena, jika kita tidak diperbolehkan tidur saat jam sekolah berlangsung, berarti, saat jam rumah berlangsung, kita tidak boleh belajar. Itu impas.
            Kevin lalu kembali ke kamarnya di atas, hendak mengambil handphone, laptop, dan segebrak komik yang baru ia beli kemarin. Kevin memang anak rumahan, temannya alat elektronik dan sedikit buku yang menurut dia menarik. Ia hendak twitteran di depan televisi.
            Ia menghidupkan laptopnya. Suara dengingannya sedikit memecahkan kesunyian di pagi hari ini. Lalu, Kevin menekan tombol connect with WiFi. Haduh, koneksi internet Kevin aja connect, masa hubungan Kevin dengan Dhia gak connect sih.
            Gue ngomong apa coba -__-
            Lalu ia segera mengetik http://twitter.com di adress bar Mozilla Firefox. Sepersekian detik, anak itu kini sudah masuk ke dunia virtualnya: twitter. Timeline pagi hari minggu biasanya sepi.
            Oh, dugaan Kevin salah. Seseorang dengan username @maicantikbanget meramaikan twitter pagi ini. Yup, @maicantikbanget adalah Maimunah, teman sekelas Kevin yang dulu alay. Alhamdulillah sekarang masih alay.
             Anak itu sepertinya sedang twittwar dengan seseorang. Entah apa yang anak itu ributnya. Sudah tahu arti twittwar kan? Ituloh, mentionan sambil berantem gitu.
            Kevin kepo. Ia pun ngestalk twitter Mai.
      @Maicantikbanget (Mai Pecinta Dava)
          Bio: @davacool123 adalah kekasihqu, mmuaaah. Cintaaa banget deh!
          Location: di hati Dava yang terdalam :*
          Situs web:    www.pecintadava.com

             Kevin tergelak lepas melihat identitas diri Mai di twitter. Haduh, ini anak, mau di dunia maya, mau di dunia nyata, sifatnya gak hilang- hilang! batin Kevin geli.
            Ia lalu langsung terjun menuju list twitt Mai. Kacamatanya kini lincah membaca satu demi satu status dengan kapasitas maksimal 140 karakter itu.
           
            @maicantikbanget: @cwecantikgaul apa sich! Ntuw kan mantan loe, jadi gak papa dong!!!!!!!
           
            @cwecantikgaul ini kan username twitternya Rosa?  Kevin menganalisis. Rosa itu teman sekelas Kevin, yang bisa dibilang, duplikatnya Mai. Mereka sama- sama alay dan cari perhatian sih.
            Kevin segera menekan tombol ‘viem conversation’ antara Rosa dan Mai.

            @maicantikbanget: @cwecantikgaul apa sich! Ntuw kan mantan loe, jadi gak papa dong!!!!!!!
            @cwecantikgaul: @maicantikbanget itu mantan aquwh!!!! kami baru putus qmareeen,,, it buktinyaa!!!
            @maicantikbanget: @cwecantikgaul ftnah banget sich qmuuuu!!!! arrrghhh aq benci Rossaaa!!
            @cwecantikgaul: @maicantikbanget Deva kan mantanquuuwh!!! jangan2 kau yang memutuskan hubungan asrama qamiii?!!?!?!
            @maicantikbanget: @cwecantikgaul Iccch,,, ap ssiicccchh!?!!!!
            @cwecantikgaul: @maicantikbanget itttuwwwh,,,,,,, Deva mantan aqq yaach//???
            @maicantikbanget: new bioooo ;;) :* sayaaank @devacool123 deechhhh:*

(bacanya dari bawah ke atas ya. Yang di bold-in itu nama pengirim twittnya).

            Kevin tergelak meliat percakapan Mai dan Rosa. Haduh, haduh, ini anak rebutan mantan anak orang rupanya. Kevin tertawa makin keras.
            Kevin lalu menstalk twitter Rosa. Berkali-kali ia membaca twitter Rosa, berkali- kali pula ia tertawa. Salah satu twitt Rosa yang menggelitik adalah seperti ini:

            @cwecantikgaul: aqquwh sangat sedih,,,, di mlam minggu inich, aquwh malah putus, aq macih cayank kamuwh tapi kamuwh tega, jahat, huhu aqu ingin jatuh dari juranggg,ke lembah kecepian….,,, :((((

            Kevin sih bingung siapa yang salah dan siapa yang benar. Entah tuduhan Rosa kalau Mai otak dibalik putusnya hubungan Rosa dan Dava, atau tidak. Ah, masabodo.
            Perlu kalian ketahui, Dava itu sama saja jenisnya dengan Rosa dan Mai: alay dan suka cari perhatian. Yup, Dava adalah orang yang rutin kena razia celana pensil atau rambut panjang di sekolahya. Haduh. Tapi, bagaimanapun Mai atau Rosa, yang jelas mereka pernah taken. Gak kayak Kevin, gak laku- laku.

***

            “Apaan sih Rif? -___-” Kevin memandang gue kesal.
          “Cie yang gak pernah taken :p” gue meleletkan lidah. Lalu Kevin sukses mendaratkan guling ke kepala gue.
          “Makanya, lo bikin gue dengan Dhia jadi ada relationship.” ujar Kevin, sok mengauthori(?).
          “Gak seru dong kalau lo dengan Dhia itu pacaran. Nanti gak ada konfliknya.” ringis gue sambil mengelus kepala yang masih terasa berdenyut akibat timpukan guling Kevin.
          “Ya adain kek konfliknya. Apakek. Lo kan author.” Kevin mengerutkan dahi, nadnya terdengar menyebalkan.
          “Konfliknya, lo dengan Dhia putus. Mau?” gue merangkai senyum evil.
          “AAA! JANGAN DONG!” Kevin teriak panik.
          “Nah, makanya, biar gue yang melanjutkan cerita ini. Udah, lo balik lagi gih ke cerita, nanti fanfic ini gak selesai- selesai pula!” gue nendang Kevin kesal. Lalu, anak itu kembali ke dunia cerita lagi.

***

            Kevin lalu membuka facebook. Panjang umur. Dua ‘seleb’ itu, Rosa dan Mai, sukses membuat beranda facebook Kevin menjadi lebih seru di pagi hari ini. Antara benar- benar kesal, cari sensasi, atau tidak tahu malu.
           
          Rosa TakIniendDicakiti’
          Orank ynk rebut mantan orank itu gx tau malu beud!!! (n)
          1 hour ago
            Lalu, sepertinya, ada ‘nomention’ dari Mai.

            Mai CynxDiaClaluTakLekangOlehWaktu
          Orank ynk fintah ornk lain klow doi rebut pacaR doi itu,,, gak tau malu bangeed cetar!! (n) (n)
          57 minutes ago

            Balasan dari Rosa yang tidak mau kalah datang lagi.

          Rosa TakIniendDicakiti’
          Orank yank pura2 gx tau itu gak tau malu beudddzzz cetar mebahanaa!! (n) (n) (n)
          53 minutes ago

            Mai CynxDiaClaluTakLekangOlehWaktu
          orank yank uDh dibilang aq EnggaK saLah tapi maciiih fintnah ittuuu,,, gak tau malu banget cetar membahana ulala!!! (n) (n) (n) (n)
          50 minutes ago

            Nomention. Lagi.

          Rosa TakIniendDicakiti’
          Aduuwh, qmu tuch dah ketangkap basaah, jankan soq gataw dechh,,!!! gak tau malu banget cetar membahana ulala mebelah halilintar samudra angkasa menembus cakralawa dan seluruh tata surya matahri bumi bulan semuanyaaaa,,,,!!!! (n) (n) (n) (n) (n) (n) (n) (n)
          43 minutes ago

            Kevin kini bingung, kenapa di berandanya tidak ada balasan nomention dari Mai untuk Rosa. Kevin lalu membuka profil facebook Mai. Oh, benar. Tidak ada balasan nomention lagi dari Mai. Kemungkinannya:
            1) Mai sudah sedikit dewasa, jadi gak meladeni hal sepele kayak gini (kayaknya ini bukan kemungkinan ya…).
            2) Mai kehabisan kata- kata cetar membahana yang sudah digarap habis sama Rosa di status terakhirnya.
            Ini tontonan lawakan bagi Kevin. Perutnya sakit karena tertawa dari tadi. Sungguh mereka norak dan tidak tahu malu. Perut Kevin kini sakit karena kebanyakan tertawa.

****
            Mon(ster)day, pagi, jam 06.00. Terlihat sedikit (banyak sih sebenarnya) keributan di rumah Pak Lan. Apalagi kalau bukan karya dari Kevin.
            Ia kesiangan lagi, lupa mengerjakan PR. Sewaktu berjalan menuruni tangga menuju ruang makan, ia terpeleset. Jadilah, hari ini, ia sial sekali.
            “PR nya pa..,” Kevin—sambil mengunyah nasi goreng buatan Mama—cemberut menatap buku PRnya yang notabane hanya tertulis teks soal saja.
            “Cepatlah, Vin. Papa takut kejebak macet.” Papa mengelap mulut dengan serbet yang tersedia.
            “KEVIN! BODO AH, GUE JADI PETUGAS UPACARA! WOI!” Kak Flo berteriak kencang dari dekat pintu masuk—ia sedang memakai sepatu.
            “Sssst!” Mama mendesis dari ruang makan, memerintahkan agar Kak Flo jangan teriak- teriak, meskipun jelas desisan Mama takkan terdengar karena jarak dari ruang makan ke posisi Kak Flo terhitung jauh.
            “Kevin ceroboh ih. Lain kali jangan begitu ya!” Mama mencubit pipi Kevin dengan lembut.
            “PR nya dikerjain di mobil aja vin.” usul Papa. Aku mengangguk pasrah.

***

            Jalanan ibukota kini penuh dengan jutaan kendaraan yang lalu lalang pergi ke tempat tujuan. Saling serempet, saling mengklakson.
            Jalanan ibukota aja rame yang ngisi, kok hati Kevin enggak ya? Kasian.
            Kevin—dengan tergesa- gesa mengerjakan PRnya. Untung saja macet, setidaknya tulisannya jadi lebih rapi karena mobil sedikit bergoyang. Kak Flo, sejak dari rumah sampai di jalan ini, masih saja mengomel tentang posisinya sebagai pengibar bendera hari ini lah, Kevin lelet lah, ini lah, itu lah.
           
***
            Jam istirahat pertama. SMP 170 kini menjadi lautan manusia sesaat. Kantin penuh sesak. Bangun taman penuh.
           Ada salah satu anak yang duduk di bangku taman itu. Antara sebal dan kecewa. Kecewa dalam hal naif sih. Jadi, Kevin tidak ada hiburan sesaat lagi setelah tau kalau Rosa dan Mai sudah damai. Si Rosa sudah bisa Move on dari Dava, atau rekomendasi cowok dari Mai. Haduh. Sederhana sekali masalah ini.
            Dan ketika mereka taken, Kevin still alone. Sabar ya Vin sabar….

Rifqi, 27 April 2013. 17.28
Don’t say this story ended. Kevin still have a wonderfull experience to written.

4 komentar:

Muhammad Azis Ramadhan mengatakan...

gue nyoba bayangin kalo KorUt sama US berseteru karena TweetWar

Rifqi mengatakan...

Wkwkwk pernah loh si @fanbul bikin begituan XD

obat gondok mengatakan...

baca dulu deh artikel nya

cara mengobati kelenjar tiroid mengatakan...

ada - ada saja